Pdt. Marius & Evi
Pdt. Marius & Evi
,,
We Found Love
Tuhan, terima kasih atas Cinta Kasih-Mu yang telah mempertemukan kami dan mempersatukan kami dalam Ikatan Pernikahan Kudus. Satukanlah hati kami ya Bapa, jadikan kami menjadi pasangan yang berkenan dihati-Mu, selalu mengikutiMu dan memuliakan Engkau. Pimpinlah rumah tangga kami dengan hikmat, penuhilah hati kami dengan ucapan syukur dan jangan biarkan kami tersesat. AMIN.
Groom & Bride
Salam Sejahtera,
Dengan rasa sukacita atas kasih karunia Tuhan dan dengan kerendahan hati, bersama ini kami mengundang Bapak/Ibu/Sdra/i, agar sudi kiranya dapat meringankan langkah untuk menghadiri dan memberikan doa restu pada acara “PERNIKAHAN” kami :
Wedding Event
Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.





![{"data":{"mv":["1221493"],"param":["yt_brightness","yt_contrast","yt_params_vignette","",""]},"deviceId":"ANDROID_444acb06fe902fad","openFrom":"m2u_production","source":"m2u","userId":""}](https://kitaundangan.com/wp-content/uploads/2025/09/rius-evi10-150x150.jpg)
Pukul : 10.00 WIB - Selesai
Lokasi Acara :
GKI Sumut Gunung Sinabung
Jl. Gunung Sinabung No 62, Pematangsiantar
Pukul : 12.00 WIB - Selesai
Lokasi Acara :
Jambur Merga Silima
Jl. Narumonda Bawah,Pematangsiantar








![{"data":{"param":["yt_brightness","yt_contrast","yt_params_vignette","",""]},"deviceId":"ANDROID_444acb06fe902fad","openFrom":"m2u_production","source":"m2u","userId":""}](https://kitaundangan.com/wp-content/uploads/2025/09/rius-evi14.jpg)
Pukul : 10.00 WIB - selesai
Lokasi Acara :
GKI Sumut Tanjung Rejo
Jl. Intisari No 5, Medan
Pukul : 12.00 WIB - Selesai
Lokasi Acara :
Wisma Jaya Puri
Jl. Sei Mencirim, Medan
,,
Kisah Pertemuan Kami
Semua bermula pada 18 Februari 2018. Saat itu, aku dan dia dipertemukan dalam kegiatan Jambore Komisi Pemuda se-Sinode GKI Sumut di Suka Makmur. Tidak ada yang menyangka, bahwa perjumpaan sederhana di tengah riuhnya acara kepemudaan itu kelak menjadi titik awal perjalanan panjang cinta kami. Waktu itu, kami hanya saling mengenal sebagai sesama pemuda gereja, tanpa pernah membayangkan bahwa Tuhan sedang merangkai sebuah cerita indah.
Tahun-tahun berlalu, masing-masing kami menapaki jalan perkuliahan dan pelayanan. Hingga pada tahun 2021, Tuhan kembali mempertemukan aku dan dia, kali ini dalam suasana yang berbeda. Saat itu, aku sedang menjalani proses Calon Pendeta di GKI Sumut Gunung Sinabung Pematangsiantar. Pertemuan kedua ini terasa seperti tanda dari Tuhan, sebuah benih kecil yang diam-diam mulai bertumbuh.
Seiring berjalannya waktu, pada tanggal 10 Mei 2022, kami memasuki masa PDKT. Aku dan dia belajar saling mengenal lebih dalam tentang pelayanan, impian, bahkan pergumulan hidup. Dan akhirnya, pada tanggal 5 Juni 2022, kami resmi berpacaran. Hari itu terasa seperti lembaran baru yang Tuhan bukakan bagi kami berdua.
Namun, perjalanan cinta kami tidak selalu mulus. Ada pasang surut dalam hubungan, perbedaan pendapat, kesibukan, bahkan kerikil kecil yang kadang membuat hati lelah.
Tetapi, di tengah semua itu, kami tetap memilih untuk tidak pernah berpisah. Justru dalam setiap ujian, kami belajar bahwa kasih bukan sekadar perasaan manis, melainkan komitmen untuk bertahan, saling mengerti, dan saling menopang.
Seiring waktu, cinta itu semakin diteguhkan. Sampai akhirnya, dengan penuh keyakinan dan doa, aku memberanikan diri untuk melamar dia di hadapan orangtuanya pada tanggal 11 November 2024. Itu adalah momen penuh haru dari sebuah janji di hadapan keluarganya bahwa aku ingin menjadikannya pendamping seumur hidup.
Namun, Tuhan masih menyediakan kejutan yang indah.
Pada tanggal 08 Agustus 2025, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-26, aku melamar dia sekali lagi, hanya berdua, dalam suasana penuh syukur. Hari itu menjadi tanda pasti: perjalanan panjang dari pertemuan pertama hingga sekarang adalah rancangan Tuhan yang ajaib.
Kini, ketika menoleh ke belakang, aku dan dia hanya bisa berkata:
“Inilah karya Tuhan. Dari pertemuan yang tampak sederhana, Tuhan menumbuhkan cinta, menguatkan komitmen, dan mempersatukan kami dalam kasih-Nya.”
“Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” (Matius 19:6)
Terimakasih
Amplop Digital